The Impact of International Accounting Standards on Firms

Marjan Petreski

Abstract:

The aim of this paper is to provide some arguments for the effect of the adoption of the International Accounting Standards on firms. Therefore, IAS impact on firms’ management and financial statements are analysed. Provided financial statements intend to support or reject findings in the literature for IAS effect on them.

 Artikel Asli dapat didownload disini -> the-impact-of-ias-on-firms.pdf

Artikel ini mencoba untuk mengungkapkan pengaruh Standar Akuntansi Internasional pada perusahaan baik pada manajemen perusahaan maupun pada laporan keuangan perusahaan. Ulasan artikel ini dapat didownload disini -> the-impact-of-ias-resume.pdf

Pengujian Size Hypothesis dan Debt/Equity Hypothesis yang Mempengaruhi Tingkat Konservatisma Laporan Keuangan Perusahaan dengan Tehnik Analisis Multinomial Logit

Penelitian ini telah dipublikasikan pada Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol. 7, 1 April 2005.

Abstract: 

This research has a purpose to provide empirical evident about political cost hypothesis and debt/equity hypothesis. Political cost  hypotesis said that some firms that are more vulnerable to political cost than the others manage income downward to avoiding the attention of government and regulator. Debt/equity hypothesis said that the larger the debt/equity ratio, the more likely the firms is to increase current period reported earning or optimist financial statement .

The conservatism proxy used in this research is first, accruals obtained from differences between net income and cash flow. Second, market to book value ratio. The statistic method which is used to test on the research hypothesis is Multinomial Logit.The result of research shows that: first, the small firms are more politically sensitive than larger firms or financial statement more conservative. Second, the larger a firms debt/equity ratio, the more likely the firm’s manager is to report financial statement more optimist. 

Keywords: financial statement conservatism, political cost, debt/equity ratio, multinomial logistic.

Artikel Lengkap dapat didownload disini -> artikel-konservatisma.pdf

Tips Mencari Jurnal Asing.

Bagi rekan-rekan mahasiswa Akuntansi STIE Perbanas Surabaya yang tercinta,

Pada hari, tanggal: Selasa, 27 Maret 2007 saya diminta oleh Bapak Santoso (salah satu pegawai perpustakaan STIE Perbanas Surabaya) untuk memberikan tips tentang bagaimana kiat2 mencari jurnal asing agar lebih mudah. Peserta tidak terlalu banyak … hanya 6 orang … dari sekitar 100 orang mahasiswa Akuntansi yang pada Semester Genap 2006/2007 ini menempuh skripsi. Mengapa acara ini tidak diminati oleh mahasiswa jurusan Akuntansi STIE Perbanas?? Apakah mereka kesulitan atau terlalu mudah mencari jurnal asing???  Padahal perpustakaan sudah menyediakan fasilitas lengkap, salah satunya adalah penyediaan fasilitas EBSCO untuk searching jurnal Asing.

Marilah kita gunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh Perpustakaan STIE Perbanas untuk meningkatkan kualitas tugas akhir/skripsi anda ……

Memang  ……. Membuat tugas akhir/skripsi yang berkualitas tidaklah mudah, butuh banyak waktu untuk mencari literatur2 yang terkait dengan penelitian kita. Namun ada tips sederhana bagi anda mahasiswa Akuntansi untuk mencari literatur asing sebagai rujukan yaitu:

  1. Tentukan dulu tema penelitian anda apakah masuk kategori penelitian Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Sistem Informasi, Auditing, Perpajakan atau lainnya. Hal ini diperlukan karena beberapa Jurnal2 asing mengelompokkan tema yang diteliti, jadi ini sangat memudahkan peneliti. Misalnya jika anda mengambil topik tentang sistem informasi anda bisa melihat pada MIS Quarterly atau Journal of Management Information Systems.
  2. Carilah juga kata kunci dari penelitian tersebut untuk pencarian jurnal asing.
  3. Catat juga referensi2 dari jurnal penelitian yang kita jadikan acuan untuk mencari artikel2 dalam jurnal asing sebagai bahan komparasi.
  4. Untuk teknis bagaimana Searching Journal di EBSCO …. bisa menghubungi Pak Santoso (beliau ini orang sabar dan suka menolong lho ….)

Selamat mencoba … dan jangan pernah patah semangat untuk belajar dan belajar ….

Berikut saya upload juga … kelompok jurnal2 asing menurut topik penelitian dan semoga bermanfaat.macam2-jurnal.ppt

International Financial Reporting Standards

Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat International Accounting Standard Boards - IASB melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya International Financial Reporting Standards – IFRS yang dibuat oleh IASB dan Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).

Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:

  1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
  2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
  3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

RUANG LINGKUP STANDAR:

Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk pertamakalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang kesesuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan yang pertamakalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu ) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.

KONSEP POKOK:

  1. Tanggal pelaporan (reporting date) adalah tanggal neraca untuk laporam keuangan pertama yang secara eksplisit menyatakan bahwa laporan tersebut sesuai dengan IFRS (sebagai contoh 31 Desember 2006).
  2. Tanggal transisi (transition date) adalah tanggal neraca awal untuk laporan keuangan komparatif tahun sebelumnya (sebagai contoh 1 Januari 2005, jika tanggal pelaporan adalah 31 Desember 2006).

Pengecualian untuk penerapan retrospektif IFRS terkait dengan hal-hal berikut:

  1. Penggabungan usaha sebelum tanggal transisi.
  2. Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat dianggap sebagai nilai terpilih.
  3. Employee benefits.
  4. Perbedaan kumulatif atas translasi (penjabaran) mata uang asing, muhibah (goodwill), dan penyesuaian nilai wajar.
  5. Instrumen keuangan, termasuk akuntansi lindung nilai (hedging).

Tugas Akuntansi Internasional ttg Pelaporan Segmen dan Inflasi dapat didownload disini -> tugas-akuntansi-internasional-ifrs.pdf

Sistem Persediaan, Penjualan dan Pembelian Berbasis Database

Pengunaan database dalam pengolahan data dapatlah membantu pengguna dalam mengorganisir data-data perusahaan sehingga data-data yang ada dalam perusahaan dapat terintegrasi dan dapat dilakukan sharing data antar bagian atau departemen yang ada dalam suatu organisasi.  

Jika suatu perusahaan ingin mengolah data-data persediaannya serta transaksi penjualan dan pembelian berbasis komputer, maka susunlah table (baik master ataupun transaksi) beserta field-field yang yang ada dalam table jika perusahaan menginginkan informasi-informasi berikut ini:

  1. Laporan stock persediaan.
  2. Laporan penjualan berdasarkan wilayah pemasaran perusahaan.
  3. Laporan penjualan berdasarkan produk tertentu.
  4. Laporan penjualan berdasarkan customer tertentu.
  5. Laporan pembelian berdasarkan suplier tertentu.

Tugas saudara adalah:

  1. Membuat data dictionary untuk mendokumentasikan data-data perusahaan yang akan diimplementasikan dalam bentuk table.
  2. Relasikan juga table-table yang anda buat yang dapat mengcapture kebutuhan perusahaan dalam melakukan pengolahan data persediaan, penjualan dan pembelian.

Petunjuk pengerjaan:

Kerjakan secara individu dalam file microsoft word, dan kirimkan ke alamat e-mai: lucy@perbanas.edu

Selamat bekerja

Penerapan E-Commerce sebagai Upaya Meningkatkan Persaingan Bisnis Perusahaan

 

Penelitian ini telah Dipresentasikan pada Seminar Nasional Teknologi Informasi di Universitas Sahid (Usahid) Jakarta, Januari 2007

Abstrak:

Penggunaan e-commerce di Indonesia masih sangat terbatas. Berdasarkan survey awal masih relatif sedikit perusahaan yang menggunakan e-commerce sebagai sarana untuk kepentingan bisnis. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikaji tentang motif serta manfaat yang dirasakan oleh perusahaan yang telah menerapkan penggunaan e-commerce dalam kepentingan bisnis. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang motif perusahaan dalam menggunakan e-commerce. Temuan ini sangat penting terutama dalam upaya memberikan informasi yang lebih jelas tentang dasar pertimbangan dalam menggunakan e-commerce dan memanfaatkannya sebagai sarana keunggulan bersaing.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa perusahaan sebagai obyek penelitian, yang merupakan perusahaan yang sudah menggunakan layanan e-commerce yang targetnya langsung kepada konsumen dimana perusahaan yang peneliti teliti tersebar di kota kota besar di Indonesia. Adapun sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 27 perusahaan yang bergerak dibidang Jasa dan Dagang dengan kisaran tingkat omzet perusahaan perbulan adalah sebesar 10 juta sampai dengan 100 juta.

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Berdasarkan analisis deskriptif faktor motif dapat disimpulkan bahwa faktor yang melandasi perusahaan terdorong menggunakan e-commerce terdiri dari enam faktor yaitu yang menjadi harapan tertinggi bagi para perusahaan ketika ingin menerapkan e-commerce : Mengakses Pasar global sebesar 56%, Mempromosikan produk sebesar 63%, Membangun Merk sebesar 56%, Mendekatkan dengan pelanggan sebesar 74%, Membantu komunikasi lebih cepat dengan pelanggan sebesar 63% dan Memuaskan pelanggan sebesar 56%. Dan berdasarkan analisis yang kedua yaitu analisis deskritpif faktor manfaat yang diperoleh perusahaan dengan adanya penerapan e-commerce terdiri dari dua faktor yaitu yang menjadi manfaat terbesar perusahaan setelah menerapkan e-commerce yaitu Kepuasan konsumen sebesar 74% dan Keunggulan bersaing sebesar 81%.

Artikel Penelitian Lengkap dapat di Download disini -> artikel-penelitian-penerapan-e-comerce.pdf

Perspektif Nasabah Perbankan atas Kehadiran SMS Banking dan WAP Banking sebagai Sistem Informasi Perbankan yang Bernilai Tambah

Penelitian ini telah Dipresentasikan pada Seminar Nasional Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (SNIKTI) 2007 di Universitas Indonesia – Jakarta (29 – 30 Januari 2007)

Abstrak:

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Achraf Ayadi (2005), mobile Banking (mBanking) diperlakukan sebagai salah satu layanan sistem informasi dari pihak perbankan yang paling penting yang mampu menghasilkan informasi keuangan, yang meliputi cek saldo, transfer dana, informasi tagihan kartu kredit, pembayaran tagihan, dan sebagainya melalui suatu alat pemampu Internet tanpa kabel. Penting bagi nasabah untuk mendapat kemudahan-kemudahan dalam memperoleh informasi keuangan dan melakukan transaksi secara on-line, tanpa harus mengunjungi Bank tempat mereka menjadi nasabah. Ketika nasabah merasa terpuaskan oleh dua hal yakni kecepatan dalam memperoleh informasi keuangan serta keakuratannya dan kemudahan dalam pelaksanaan aktifitas transaksi Mbanking maka tujuan layanan SMS dan WAP Banking sebagai sistem informasi perbankan yang bernilai tambah akan tercapai. Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang ingin diungkapkan dalam penelitian ini yaitu bagaimana kehadiran layanan SMS Banking dan WAP Banking ditanggapi oleh para nasabah perbankan?.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui beberapa kenyataan berikut ini : Pertama, layanan SMS dan WAP digunakan secara merata oleh responden pada rentang umur yang diberikan pada kuesioner. Laki-laki menjadi pengguna utama layanan ini dibandingkan wanita. Pihak Bank kurang memberikan sosialisasi yang penuh terhadap layanan ini. Responden yang berprofesi sebagai karyawan dan sebagian besar adalah seorang sarjana memang menjadi pengguna utama layanan ini khususnya SMS Banking, tanpa ada kaitannya dengan besar kecilnya tingkat penghasilan mereka. Kedua, Sebagian besar dari responden telah mengetahui dan menggunakan layanan SMS Banking, namun tidak halnya dengan layanan WAP Banking. Layanan transfer mendapat porsi paling banyak yang digunakan oleh responden walau hanya mempunyai frekuensi pemakaian antara lima sampai sepuluh kali dalam sebulan. Meskipun demikian, layanan-layanan dimana karyawan dan pelajar menjadi calon pengguna utama ini merupakan layanan yang mempunyai masa depan dan berguna untuk diterapkan di negara ini. Temuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Amin, Hanudin, et el (2005) dan T. Alsindi, et el (2004).

Ketiga, Seluruh responden baik yang menggunakan maupun hanya mengetahui tata cara penggunaan WAP Banking beranggapan bahwa layanan WAP Banking beserta tampilannya mudah untuk dipahami dan digunakan. Dengan demikian berarti temuan ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh T. Alsindi, et el (2004). Begitu juga dengan kecepatan dalam membalas pesan yang dikirimkan serta kenyamanan penggunaan SMS Banking yang menurut sebagian besar responden telah memenuhi syarat akan kemudahan dan kenyamanan. Dengan demikian berarti temuan ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Amin, Hanudin, et el (2005).

Keempat, Tarip yang dikenakan pihak Bank untuk layanan SMS Banking telah sesuai dengan harapan nasabah perbankan walaupun patut mendapat garis bawah bahwa pembebasan biaya atas layanan ini akan lebih diharapkan oleh nasabah perbankan. Begitu juga halnya dengan layanan sistem informasi WAP Banking yang dirasa nasabah perbankan terlalu mahal. Kelima, Berdasarkan hasil penelitian ini, layanan SMS Banking merupakan layanan yang aman untuk digunakan. Fakta ini mendukung keterangan pada tabloid PULSA edisi 73 (2006) serta penelitian yang dilakukan oleh Amin, Hanudin, et el (2005). Hal yang sama tidak dijumpai pada layanan WAP Banking dimana nasabah merasa tidak aman untuk menggunakannya. Dengan demikian berarti temuan ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh T. Alsindi, et el (2004).

Artikel lengkap dapat didownload disini -> penelitian-sms-banking-dan-wap-banking.pdf

Alamat Korespondensi:

Luciana Spica Almilia, S.E., M. Si.

STIE PERBANAS Surabaya

Jln. Nginden Semolo No. 34-36

Surabaya

Telp. (031) 5947151-5947152

e-mail: almilia_spica@yahoo.com dan lucy@perbanas.edu

Akuntansi Internasional

TUJUAN MATA KULIAH:

Mata kuliah Akuntansi Internasional merupakan mata kuliah yang membahas mengenai: dimensi internasional dalam akuntansi sebagai pengguna (users), hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan akuntansi dari prespektif internasional (global) serta aturan-aturan dan standar akuntansi pada beberapa negara. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mempunyai pemahaman yang cukup luas tentang sifat bisnis internasional dan perdagangan global, persamaan dan perbedaan dalam sistem akuntansi yang berkaitan dengan strategi bisnis internasional serta berbagai macam praktek akuntansi dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai harmonisasi praktek akuntansi.

BUKU ACUAN:

Alhashim, D. D. dan Jeffrey S. Arpan. 1992. International Dimension of Accounting. Third Edition. PWS-KENT Publishing Company.

Evans, T. G., Martin E. Taylor dan Oscar Holzmann. 1988. International Accounting & Reporting. PWS-KENT Publishing Company.

Choi, F. Carol Ann Frost dan Gary K. Meek. 1999. International Accounting. Third edition. Prentice Hall International.

Radebaugh, L. H. dan Sidney J. Gray. 1997. International Accounting and Multinational Enterprise. Fourth edition. John Wiley and Sons, Inc.

No.

Pertemuan Ke.

Materi

Tugas Kelompok

1

I

Dimensi Internasional Akuntansi Bisnis Internasional & Strategi Multinasional

 

2

II

Perkembangan Akuntansi Internasional Perbandingan Praktek dan Sistem Akuntansi

 3

III

Harmonisasi Akuntansi Internasional

Paper Kelompok I

4

IV

Kombinasi & Konsolidasi Bisnis Internasinal

Paper Kelompok II

5

V

Akuntansi Internasional untuk Goodwill dan Aktiva Tidak Berwujud

Paper Kelompok III

6

VI

Pelaporan Segmental

Paper Kelompok IV

7

VII

Akuntansi Perubahan Harga dan Inflasi Internasional

Paper Kelompok V

8

VIII

Akuntansi untuk Transaksi Derivatif dan Mata Uang Asing

Paper Kelompok VI

9

IX

Translasi Laporan Keuangan Mata Asing

Paper Kelompok VII

10

X

Perpajakan Internasional

Paper Kelompok VIII

11

XI

Audit Eksternal Operasi Luar Negri

Paper Kelompok IX

12

XII-XIV

Dampak Perbedaan Standar Akuntansi

Paper Kelompok X – XI

 

Tugas Akuntansi Internasional

Berikut ini adalah beberapa artikel tentang tanggapan perlu tidaknya Penerapan Akuntansi Internasional di Indonesia:

Artikel Pertama (1):

Penerapan Aturan Akuntansi Internasional di Indonesia

Bandung, Kompas – Penerapan aturan akuntansi internasional di Indonesia masih perlu disesuaikan dengan kondisi perekonomian dan perusahaan.

Demikian dikatakan Agung Nugroho Soedibyo, anggota Dewan Standar Akuntansi-Ikatan Akuntan Indonesia, seusai menjadi pembicara dalam pembukaan program Pendidikan Profesi Akuntansi di Universitas Widyatama, Bandung, Rabu (13/10).

Hingga saat ini, kata dia, baru 50 persen Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia mengacu kepada Standar Akuntansi Internasional (IAS) yang dikeluarkan Dewan IAS.

Agung menjelaskan, penggunaan standar akuntansi internasional di Indonesia sudah berjalan sejak tahun 1973. Pada saat itu, Indonesia menggunakan aturan-aturan akuntansi yang berasal dari Belanda. Kemudian, tahun 1974 hingga tahun 1984, Indonesia menggunakan aturan Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dari Amerika Serikat.

Tahun selanjutnya, ada perubahan pada aturan-aturan dalam GAAP, tetapi Indonesia tetap menggunakannya. Tahun 1994, Indonesia mulai menggunakan aturan akuntansi dari IAS, hingga saat ini.

Namun, aturan IAS yang diterapkan Indonesia sifatnya baru harmonisasi saja, belum mengadopsi secara penuh dan menyeluruh terhadap aturan-aturan IAS.

Aturan DSAI

Hingga saat ini, ujar Agung, Dewan Standar Akuntansi Indonesia (DSAI) telah menelurkan 58 PSAK.

Aturan standar yang baru saja ditelurkan oleh DSAI, antara lain PSAK 59 tentang akuntansi di perbankan syariah dan PSAK 24 tentang keuntungan bagi pekerja.

Menurut Agung, hingga saat ini di Indonesia belum dimungkinkan untuk melakukan adopsi secara penuh terhadap aturan standar internasional.

Agung memberi contoh tentang PSAK 24 tentang keuntungan bagi pekerja. Ia menjelaskan, aturan yang baru saja ditetapkan tersebut mengadopsi aturan IAS nomor 19.

Hal itu dilaksanakan bersamaan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. “Semua hak-hak pekerja harus ditulis dalam laporan keuangan sebuah perusahaan. Agar semua pihak bisa mengetahuinya,” tuturnya.

Namun, lanjut Agung, DSAI juga tidak akan begitu saja menerapkan aturan IAS di Indonesia. Ketika ditanya mengenai pemeriksaan terhadap para akuntan publik yang tergolong nakal, Agung mengatakan, dirinya tidak bisa mengatakan ada akuntan nakal sebelum terbukti.

Ia menyangkal adanya akuntan yang nakal. Namun, Agung mengakui jika ada laporan dari masyarakat tentang profesi akuntan. Tapi, katanya, tidak ada yang berhubungan dengan kenakalan akuntan. “Bahkan, hingga saat ini tidak ada izin praktik akuntan yang dicabut oleh Departemen Keuangan,” tutur Agung. (J11)

Artikel Kedua (2):

Indonesia Harus Adopsi IAS
Memudahkan Perusahaan Asing Menjual Saham

BANDUNG, (PR).-
Indonesia harus mengadopsi standar akuntansi internasional (International Accounting Standard/IAS) untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Namun demikian, untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal.

Demikian dikatakan penasihat Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Publik, Agung Nugroho Soedibyo, usai memberikan ceramah umum di pembukaan program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) Universitas Widyatama, baru-baru ini.

Lebih lanjut Agung mengatakan, upaya untuk mengadopsi seluruh standar akuntansi internasional itu sudah dilakukan sejak 1994. Saat ini, jelasnya, sudah lebih dari 50% framework standar internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board.

“Cuma sifatnya kita baru harmonisasi. Ke depan nanti, walaupun saya tidak tahu kapan waktunya, kita harus melakukan full adoption atas standar internasional itu. Sebetulnya, yang paling utama diinginkan adalah untuk perusahaan publik. Agar jika ada perusahaan dari luar negeri ingin menjual saham di Indonesia atau sebaliknya, tidak akan lagi dipersoalkan perbedaan standar akuntansi yang dipergunakan dalam menyusun laporan keuangan,” paparnya.

Untuk mencapai full adoption dari standar akuntansi internasional, hingga saat ini masih terus dilakukan diskusi dan pembicaraan. Menurut Agung, ada beberapa pilihan untuk melakukan adopsi, menggunakan IAS apa adanya, atau memilih bagian-bagian yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

“Selama ini, yang kita sebut sebagai harmonisasi adalah, kita yang menentukan mana saja yang harus diadopsi, sesuai dengan kebutuhan. Contohnya adalah PSAK (pernyataan standar akuntansi keuangan) nomor 24, yang baru saja selesai kita kerjakan, itu mengadopsi sepenuhnya IAS nomor 19. Standar ini berhubungan dengan imbalan kerja atau employee benefit. Kita melakukan hal ini, bersamaan dengan adanya UU No 13 tentang tenaga keja, yang mengatur secara rinci mengenai hak karyawan. Hak-hak seperti itu harus secara transparan diwujudkan di dalam laporan keuangan perusahaan,” ujarnya.

Agung melanjutkan, ada juga upaya untuk mengadopsi IAS nomor 41 tentang standar akuntansi perusahaan agrokultur. Tapi, Dewan Standar Akuntansi tidak bisa begitu saja melakukan adopsi. Pihaknya saat ini masih terus melakukan pembicaraan dengan perusahaan agrokultur baik swasta maupun BUMN, untuk meninjau kemungkinan mengadopsi penuh IAS Nomor 41. “Diskusinya bahkan belum sampai kepada diskusi penyusunan, jadi waktunya masih lama,” ujarnya.

Berkaitan dengan sosialisasi standar baru hingga ke wilayah akademis, Agung menjelaskan, sudah ada bagian di IAI yang bertugas melakukan hal tersebut yaitu Kompartemen Akuntan Pendidik.

“Dewan Standar Akuntasi tugasnya hanya menyusun suatu standar secara independen dan tidak bertugas untuk menyosialisasikan. Di IAI ada empat kompartemen yang menjadi tempat bernaungnya akuntan sesuai dengan bidangnya, Kompartemen Akuntan Publik, Akuntan Manajemen, Sektor Publik, dan Akuntan Pendidik,” urainya.

“Tiap-tiap kompartemen inilah yang seharusnya melakukan sosialisasi. Para akuntan pendidik ini pasti dosen-dosen perguruan tinggi. Kalau dia melakukan pekerjaan formalnya, otomtis setiap perguruan tinggi akan mengetahui setiap perkembangan yang ada sedini mungkin,” tambahnya.

Namun demikian, lanjut Agung, sosialisasi pasti akan terbentur dengan masalah biaya, misalnya untuk pencetakan buku standar yang baru. “Tapi sosialisasi ini sangat penting karena nanti produk dari perguruan tinggi itu akan dinilai oleh para pemakainya,” ujarnya. (A-132)***

Tugas Kelompok:

  1. Berikan pendapat saudara tentang perlukah negara Indonesia mengadopsi standar akuntansi internasional?
  2. Apa keuntungan negara Indonesia jika mengadopsi IAS?
  3. Dan bagaimana cara yang harus dilakukan oleh badan pembuat standar Akuntansi Indonesia jika ingin mengadopsi standar akuntansi internasional?

Komentar saudara diharapkan dikirimkan melalui alamat e-mail: lucy@perbanas.edu

Database Management Systems

TUJUAN MATA KULIAH:

Mata kuliah manajemen database merupakan mata kuliah yang membahas mengenai: pentingnya database dan aplikasi hubungan antar database, desain database, queries, pengembangan aplikasi database, administrasi database, dan manajemen transaksi. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mempunyai pemahaman yang cukup luas tentang database dan aplikasi database, dan pada akhirnya diharapkan mempunyai pemahaman yang memadai untuk menciptakan suatu bentuk database yang sederhana

BUKU ACUAN:

Post, Gerald V. Database Management Systems Designing & Building Business Aplication. Second Edition. Mc Graw-Hill (PO).

Ramakrishnan, R. dan Johanes Gehrke. Database Management Systems. Second Edition. Mc Graw-Hill (RA).

MATERI PERKULIAHAN:

Pertemuan Ke.

Materi Kuliah

Bahan Bacaan

I

PENGANTAR SISTEM DATABASE KOMPONEN DATABASE PO Chapter 1

II

DISAIN DATABASE PO Chapter 2-3

III

QUERIES PO Chapter 4

IV

PENGEMBANGAN APLIKASI DATABASE PO Chapter 6,7 dan 8

V

DISAIN APLIKASI BISNIS SEDERHANA Handout

VI

DISAIN APLIKASI BISNIS SEDERHANA Handout

VII

DISAIN APLIKASI BISNIS SEDERHANA Handout

VIII

DISAIN APLIKASI BISNIS SEDERHANA Handout

Ujian Tengah Semester

IX

DESIGN FISIK PO Chapter 9

X

ADMINISTRASI DATABASE PO Chapter 10

XI

DISTRIBUSI DAN INTEGRASI DATA PO Chapter 11

XII

DISAIN APLIKASI BISNIS SEDERHANA Handout

XIII

DISAIN APLIKASI BISNIS SEDERHANA Handout

XIV

DISAIN APLIKASI BISNIS SEDERHANA Handout

Ujian Akhir Semester