KARIER VS POSISI

Dengan maraknya tuntutan globalisasi dan kemajuan teknologi, banyak perusahaan menata ulang sistem kerja mereka misalnya melalui perampingan divisi, merger, outsourcing, marak dilakukan demi efisiensi.  Dan posisi yang tinggi dalam suatu organisasi (perusahaan) tidak menjamin anda untuk AMAN dengan adanya perubahan itu lho ….. Bila anda hanya mengandalkan jabatan tinggi yang sudah anda miliki bisa jadi anda akan digantikan oleh pihak ketiga yang mempunyai kemampuan yang lebih …..

Tahun 80-an seorang karyawan dihargai prestasinya karena loyalitasnya yaitu seberapa lama sesorang bekerja dalam perusahaan. Dan jabatan akan naik seiring dengan waktu yang dihabiskan diperusahaan. Prioritas dalam bekerja ini yang disebut sebagai job security -> Jadi, yang harus dilakukan oleh seorang karyawan adalah bekerja sebaik mungkin, sambil menunggu kenaikan jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan, yang sifatnya vertikat dan berjenjang. Sehingga seorang karyawan harus melalui satu tahap dulu sebelum melanjutkan ketahap berikutnya.

Namun sekarang, ketentuan seperti diatas sudah tidak berlaku mutlak. Prestasi seorang karyawan tidak hanya dinilai dari berapa lama karyawan tersebut bekerja di perusahaan tetapi dilihat dari keahlian dan kemapuan karyawan tersebut. Usia sekarang bukan jadi penghalang seseorang untuk menjadi pemimpin, karena sekarang sudah banyak sekali pemimpin atau boss-boss muda dalam suatu perusahaan.

Dalam kondisi situasi bisnis yang tidak menentu, jika kita hanya mengandalkan pada jabatan bergengsi belum tentu memberikan rasa aman dalam bekerja. Karena jika terjadi suatu masalah dalam perusahaan yang mengakibatkan perusahaan gulung tikar maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Berbeda dengan seorang karyawan yang mempunyai kemampuan dan keahlian yang baik, maka dia tidak perlu ketakutan akan kehilangan pekerjaan meskipun perusahaan akan gulung tikar. Sehingga motif yang harus dikembangkan adalah career security.

Apa bedanya job security dan career security?? Job Security mengutamakan posisi dan jabatan, sedangkan career security mengutamakan pengembangan ketrampilan dan keahlian pribadi. Hal ini penting agar anda bisa meyakinkan diri jika anda akan tetap terus dibutuhkan oleh perusahaan.

Tahapan dalam membangun career security adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi minat, kelebihan, serta motivasi kerja.
  2. Memasarkan kelebihan yang anda miliki, misalnya dengan membagi hasil pelatihan dengan rekan kerja, proaktif mengambil peran penting didalam tim kerja. Dengan begini manajemen akan memperhatikan sepak terjang anda dalam pekerjaan.
  3. Membangun jejaring, karena koneksi luas merupakan lahan untuk menjual kelebihan dan kemampuan yang anda miliki. Berbekal koneksi dan kemampuan interpersonal yang tinggi, nama anda akan selalu diingat lho ……
  4. Tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengasah kemampuan dan ketrampilan diri  …. anda perlu mewaspadai diri anda jika dalam 2 tahun terakhir tidak ada satu pun ilmu atau keahlian baru yang anda pelajari karena anda termasuk karyawan yang enggan untuk mengembangkan diri.
  5. Membuat target-target pribadi dalam pekerjaan, he he he semacam ambisi dalam pekerjaan lah … tapi tentu saja dengan cara yang positif lho …
  6. dan yang terakhir adalah selalu menjaga kualitas kerja dalam setiap pekerjaan yang akan kita laksanakan.

Berikut tips raih career security (sumber femina no. 20):

  • Tingkatkan jejaring anda, baik didalam maupun diluar tempat anda bekerja.
  • Tingkatkan kemampuan seni berkomunikasi dan negosiasi.
  • Ambillah peran aktif dalam setiap proyek kerja yang ditangani.
  • Berpartisipasilah dalam setiap pelatihan dan seminar yang sesuai dengan minat.
  • Berusahalah memberi nilai lebih pada setiap tugas yang diberikan.
  • Usahakan memiliki keahlian di beberapa bidang sekaligus, agar ruang gerak tidak terbatas.

JADI SUDAH BUKAN JAMANNYA LAGI MERAIH JABATAN YANG TINGGI …. YANG PENTING BAGAIMANA MELANGGENGKAN KARIER SEHINGGA SELALU DICARI DAN DIBUTUHKAN …………

Miss Kedaluarsa …. Capek deh ….

Miss Kedaluarsa …. Hi hi hi jangan disalah artikan dulu saudara-saudara …. Miss Kedaluarsa bukan membahas tentang wanita yang telat menikah (kawin) lho …. Itu nggak perlu dibahas, kayak nggak ada ide lain aja untuk ditulis …. Koq berani-beraninya membahas tentang soal menikah dan belum menikah atau sudah berpasangan atau belum berpasangan …. Itu khan hak semua orang …. Betul khan??!!

Jadi begini, yang dimaksud dengan Miss Kadaluarsa adalah WANITA YANG MENAHAN KEMAJUAN DIRI SENDIRI DAN ENGGAN MENCOBA HAL BARU …… Nah sifat-sifat inilah yang harus dihilangkan ….. tapi herannya sampai kini sifat ini masih dipelihara oleh kebanyakan para wanita. KEDALUARSA bagi wanita bisa dilihat dari dua faktor yaitu Penampilan Luar dan “dalam”

KEDALUARSA PENAMPILAN LUAR. Sebagai wanita, kita sering nggak mau ketinggalan tren mode, ketika koleksi baju dilemari mulai tua … kita heboh untuk mengganti dengan koleksi terbaru yang sesuai tren …. nah wanita sekarang cenderung untuk TIDAK MENJADI KEDALUARSA PENAMPILAN LUAR …. padahal itu bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah TIDAK KEDALUARSA PENAMPILAN “DALAM”

KEDALUARSA PENAMPILAN “DALAM”. Untuk urusan “dalam” wanita sering memelihara semua sikap dan pikiran yang sudah tidak “in” lagi, yang sebenarnya sanggat mengganggu dan merugikan diri sendiri dan sering dibiarkan berkarat sampai akhir jaman. Contoh sifat miss Kedaluarsa:

  • Urusan status, miss Kedaluarsa akan memiliki pikiran bahwa dirinya akan merasa lengkap setelah menikah dan punya anak …. (he he he ini bukan pembelaan diri sendiri lho ya he he he) Kawin dan punya anak bukan suatu syarat menjadi kelengkapan hidup wanita. Kedua hal itu adalah suatu tahapan penting dalam hidup sekaligus tanggungjawab. Yang Mahakuasa yang menentukan dan kita menjalani sesuai garis yang ditetapkan. Apakah wanita yang tak kunjung menikah dan tidak bisa punya anak tidak bisa jadi wanita lengkap??? Saya pribadi tidak setuju atuh …. (ini juga bukan pembelaan diri sendiri lho ya…)
  • Urusan karir, Miss Kedaluarsa adalah wanita yang justru menahan kemajuan sendiri. Enggan mencoba hal yang baru, alasan yang sering dipakai oleh miss Kedaluarsa adalah Khan WANITA, ngapain susah-susah? Nanti juga khan diurus SUAMI. Zaman sekarang pikiran itu justru berbahaya. Wanita harus belajar NGURUS diri sendiri dan keluarganya. Siap maju sendiri ketika badai datang tak terduga.
  • Wanita yang punya kebiasaan memelihara sifat buruk dan ditimpakan pada sesama wanita juga hal buruk lain dari miss Kedaluarsa. Kecenderungan miss Kedaluarsa adalah Wanita yang suka membahas kekurangan wanita lain. Bahkan, ada yang merasa bahwa kegiatan GOSIP itu harus dipelihara.
  • Wanita Kedaluarsa adalah wanita yang ngotot dalam konteks yang salah, misalnya ngotot tetap mengikatkan diri dengan suami yang suka menyiksa, abusive, dengan alasan karena kasihan dengan anak-anak. Justru dengan tetap tinggal dalam perkawinan seperti itu malah menyiksa perkembangan anak-anak.

Kenapa bisa begini? Kenapa wanita terus membiarkan sikap buruk dan pikiran keruh menempel dan berkarat? Semua itu jelas kedaluarsa dan tak pantas dipelihara. Apa yang membuat wanita sulit melepaskan semua itu? Rasa aman? Apa yang salah dari jalan pikiran wanita hingga kedaluarsa?

Mungkin ada masalah dengan masa kecil? Dimasa pertumbuhan? Dimasa gaul? Atau memang dari sononya wanita suka merusak diri sendiri?? (He he he itu pikiran kedaluarsa atuh ….)

Yakinlah bahwa manusia bisa melengkapi diri dengan kemampuan menolak hal buruk. Wanita seperti pria, punya kemampuan untuk jadi lebih baik. Punya kemampuan membuang sikap kedaluarsa. Melepas status sebagai miss Kedaluarsa, pertanyaannya adalah …. Mau tidak?? Toh yong untung diri sendiri, bukan begitu saudara-saudaraku?? SO MISS KEDALUARSA …. CAPEK DEH ….